Selasa, 04 Juni 2013

Mahasiswa, Ideologi, dan Pemilu 2014



Memperjuangkan hak-hak rakyat dan merubah negara Indonesia menuju kehidupan yang lebih baik memiliki banyak cara. Terjun langsung ke wilayah pemerintahan, wilayah politik praktis, atau memilih jalan melalui jalur akademisi dan masih banyak pilihan lainnya. Memang sudah menjadi kewajiban setiap warga negara Indonesia  memperjuangkan bangsa Indonesia.


Memilih menjadi calon legislatif dalam pemilu 2014 nanti? Itu juga salah satu cara memperjuangkan bangsa Indonesia. Asal setiap calon legislatif yang berniat maju dalam pemilu 2014 benar-benar yakin dengan kemampuannya, benar-benar sadar dan paham akan visi misi dirinya dan juga partai politik yang memfasilitasi para calon legislatif tersebut. Jika terpilih setiap Legislator memiliki waktu 5 tahun untuk berlomba-lomba menyuarakan suara rakyat dengan kejujuran dan amanah yang tidak bisa sedikit pun dinodai oleh kepentingan kelompok, kepentingan partai, dan juga kepentingan pribadi legislator.

Ideologi, pentingkah?

Ibnu Sina mengatakan “Tanpa definisi, kita tidak akan pernah bisa sampai pada konsep” maka sebelum kita membahas mengenai pentingnya sebuh ideologi, mari kita membuka lagi lembaran lama mengenai sejarah singkat ideologi itu. Kata Ideologi pertama sekali diperkenalkan oleh filsuf Prancis Destutt De Tracy pada tahun 1796. kata ini berasal dari bahasa Prancis ideologie, merupakan gabungan 2 kata yaitu, ideo yang mengacu kepada gagasan dan logie yang mengacu kepada logos, kata dalam bahasa Yunani untuk menjelaskan logika dan rasio. Destutt De Tracy menggunakan kata ini dalam pengertian etismologisnya sebagai ilmu yang meliputi kajian tentang asal usul dan hakikat ide atau gagasan. Descartes juga mengatakan bahwa ideologi adalah inti dari setiap pemikiran manusia. Dalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) ideologi diartikan “kumpulan konsep bersistem yg dijadikan asas pendapat (kejadian) yg memberikan arah dan tujuan untuk kelangsungan hidup”. Prof Miriam Budiardjo daam bukunya dasar-dasar ilmu politik mengatakan bahwa ideologi adalah impunan nilai, ide, norma, kepercayaan, dan keyakinan yg dimiliki seseorang atau sekelompok orang yg menjadi dasar dalam menentukan sikap terhadap kejadian dan problem politik yg dihadapinya dan yang menentukan tingkah laku politik.

Ideologi menjadi sangat penting untuk setiap legislator, bukan hanya mengenal dan mengetahui tentang apa itu ideologi, tapi legislator harus mampu menjalankan setiap misi dengan ideologi yang diyakininya menuju perjuangan cita-cita bangsa Indonesia. Seperti kita ketahui definisi ideologi merupakan alat untuk mencapai kesetaraan dan kesejahteraan bersama dalam masyarakat (Karl Marx). Dari kalimat tersebut bisa kita pahami bahwa setiap ideologi memiliki cita-cita atau tujuan untuk diraihnya.

Berbicara mengenai pemilu 2014 dan ideologi sebenarnya bukan menjadi hal yang dapat dipisah-pisah, karena menurut saya pemilu 2014 juga salah satu cara setiap orang untuk mendapatkan kesempatan yang sama memperjuangkan cita-cita bangsa Indonesia sesuai seperti yang ditulis dalam pembukaan undang-undang dasar 1945. Pemahaman tentang cita-cita bangsa adalah kewajiban setiap peserta dalam pemilu 2014 yang akan datang.

Ideologi Mahasiswa dan Pemilu

Saya melihat belakangan ini apa yang terjadi di dalam kehidupan kampus, begitu juga yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat dalam skala yang lebih luas. Wacana-wacana yang dibangun oleh mahasiswa didalam kampus tidak sedikit yang berdampak besar di kehidupan masyarakat. Membangun dan terbangunnya wacana didalam kampus oleh mahasiswa harus juga diimbangi dengan khasanah keilmuan yang dimilikinya.

Pentingnya sebuah ideologi bagi mahasiswa sangat dibutuhkan karena ideologi lah yang nantinya akan membuat nalar pikir setiap mahasiswa berfikir runtut sesuai metode metode dari ideologi yang diyakininnya. Perbedaan ideologi atau perbedaan sudut pandang oleh mahasiswa itu sebenarnya menjadi hal yang sangat wajar, karena tidak bisa dipaksakan kehendak setiap manusia untuk melihat dunia dari sudut manapun. Yang harus dipertegas adalah bagaimana setiap ideologi yang di yakini mampu merubah nasib bangsa harus sepadan dengan dasar dan cita-cita bangsa Indonesia.

Mahasiswa memperjuangkan bangsa melalui partai politik? Bukan menjadi masalah menurut saya. karena setiap warga negara berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat (UUD 1945 pasal 28E ayat 3) dan juga setiap warga negara berhak dipilih dan memilih. Yang menjadi hambatan bagi saya adalah pemahaman dan keseriusan mahasiswa tersebut dalam memperjuangkan hak-hak rakyat. Karena kancah pemilu bukan lah tempat untuk belajar apalagi hanya sekedar bermain-main dengan kesempatan yang ada karena dia memiliki akses masuk ke wilayah tersebut. Pemahaman visi misi, pemahaman cara memandang dan menyikapi suatu masalah harus dikuasai oleh setiap calon legislatif ataupun legislator terpilih pada nantinya. Mereka yang terpilih tidak lagi membuang waktu berbulan bulan hanya untuk belajar apa itu ideologi?, bagaimana cara menyelesaikannya?, bagaimana cara berbicaranya? Karena yang rakyat ketahui mereka yang terpilih adalah mereka yang dianggap hebat dalam ilmu pengetahuan, dan mereka dianggap amanah dengan janji-janjinya.

Sebelum kita semua menentukan dari jalan manakah kita akan mengabdi dan berjuang untuk mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia, sebaiknya kita perdalam khasanah keilmuan kita, kita bekali sebanyak-banyaknya modal ilmu kita, kita yakini terlebih dahulu bahwa keilmuan kita siap menghadapi musuh-musuh bangsa Indonesia.

 jangan pernah anggap bahwa setiap rakyat seperti wayang yang akan didalangi oleh setiap pemenang pemilu 5 tahunan ini. Mari bersatu dari semua golongan untuk mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia. Seperti yang dikatakan Proklamator kita Ir. Soekarno “Kuat karena bersatu, bersatu karena kuat” dan “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tetapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri”. 

Semoga Tuhan dan Rakyat merestui jalan setiap pejuang yang tulus untuk bangsanya.
HIDUP RAKYAT INDONESIA!!

1 komentar:

  1. Mantap,,terus pegang teguh ideologi..terutama ideologi bangsa,panasila..

    BalasHapus